Kamis, 25 Maret 2021

RESENSI FILM

   THE POST


Produser     : Kristie Macosko Krieger

Tahun         : 2017

Sutradara    : Steven Spielberg

Skenario     : Liz Hannah, Josh Singer

Pemeran Film    : 

1. Meryl Streep sebagai Katharine Graham

2. Tom Hanks sebagai Ben Bradle

3. Sarah Paulson sebagai Antoniette "Tony" Bradle

4. Bob Odenkirk sebagai Ben Bagdikian

5. Tracy Letts sebagai Arthur Parsons

6. Bruce Greenwood sebagai Robert McNamara

7. Matthew Rhys sebagai Daniel Ellsberg

Perusahaan produksi :

1. Dream Works Pictures

2. Amblin Partners

3. Amblin Entertainment

4. 20th Century Fox

The Post adalah film biografi drama sejarah Amerika Serikat tahun 2017 yang disutradarai oleh Steven Spielberg dan diproduseri oleh Kristie Macosko Krieger, Amy Pascal dan Steven Spielberg. Naskah film ini ditulis oleh Liz Hannah dan Josh Singer. Film ini dibintangi oleh Meryl Streep, Tom Hanks, Sarah Paulson, Bob Odenkirk, Tracy Letts, Bradley Whitford, Bruce Greenwood dan Matthew Rhys. Film The Post ditayangkan secara perdana di Newseum pada tanggal 14 Desember 2017 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 22 Desember 2017 secara terbatas dan 12 Januari 2018 secara luas.

The Post menceritakan sosok seorang wanita, Katharine Graham, salah satu penerbit surat kabar di Amerika, The Washington Post dan juga editornya, Ben Bradlee. Kay dan Ben bergabung bersama jurnalis lainnya pada tahun 1971 untuk menerbitkan sebuah makalah Pentagon. Sebuah makalah yang mengungkapkan cerita di balik perang Vietnam, dan juga mengenai keterlibatan Pentagon di perang tersebut. Makalah yang bisa dikatakan mampu membuka semua rahasia Pentagon. Perseteruan pun terjadi antara para wartawan tersebut dengan pemerintah. Namun para wartawan yang rela mempertaruhkan karir mereka dan kebebasan mengetahui kebenaran membuat mereka berjuang kuat untuk mengungkapkan kebenaran yang dikubur dalam.

 

Review film

Film ini menceritakan tentang perjuangan jurnalis untuk menerbitkan tentang kebohongan pemerintah Amerika Serikat, film ini bercerita tentang sebuah hasil riset dari kebohongan pemerintah yang melibatkan Presiden bahkan beberapa Presiden pendahulunya tentang peperangan  yang terjadi kala itu di kawasan Vietnam. Riset tersebut dikenal dengan ‘Pentagon Papers’ tokoh utama yang sebenarnya melakukan riset ini adalah Daniel Ellsberg yang diperankan oleh Matthew Rhys, namun karena film ini lebih berceita tentang permasalahan di tempat surat kabar yang bernama ‘The Washington Post’. Analis militer Dapertemen Luar Negeri yaitu Daniel Ellsberg bersama pasukan Amerika Serikat berada dalam pertempuran, mendokumentasikan perkembangan kegiatan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut untuk Menteri Pertahanan Robert McNamara (Bruce Greenwood). Daniel Ellsberg akhirnya mencuri dokumen rahasia negara mengenai politik tersebut. 

Dalam film ini menurut saya, dapat menambah pengetahuan tentang seluk beluk dunia pemerintah, bagaimana resiko berkerja sebagai jurnalis. Dalam film ini tidak terjadi pelanggaran kode etik jurnalistik semua sudah sesuai dengan kode etik yang dimiliki jurnalistik. Film ini juga memberi pandangan bahwa untuk menjadi jurnalis harus mempunyai keterampilan yang tepat. Mendapatkan informasi bukanlah hal yang mudah.


Kamis, 11 Maret 2021

TIRTO ADHI SOERJO

https://images.app.goo.gl/EpbfaYa32rTc5rpL8 

 Tirto Adhi Soerjo atau biasa dikenal dengan Raden Mas Djokomono lahir Blora, Jawa Tengah tahun 1880 dan meninggal di Batavia pada tanggal 7 Desember 1918 antara usia 37-38. Ia adalah  seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S. Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita (1903-1905), Medan prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908). Tirto juga mendirikan Serikat Dagang Islam. 

Setelah menuntaskan pendidikan dasar di Rembang, Djokomono alias Tirto Adhi Soerjo merantau ke Betawi untuk melanjutkan sekolah di Hogere Burger School (HBS). Lulus HBS, ia diterima di sekolah dokter bumiputra, yakni School tot Opleiding van Inlandsche Artshen (STOVIA), di Batavia.

Tirto bisa dengan mudah menatap masa depan sebagai putra kalangan ningrat jika mau menjadi abdi pemerintahan pada masa itu, Namun ia menolak masuk Pangreh praja, pada saat itu Tirto tertarik mempelajari dunia kedokteran

Tetapi ia tidak sempat menampatkan sekolah kedokteranya karena jatuh dengan dunia tulis. Tirto sudah menulis sejak menjadi murid STOVIA dengan mengirimkan beberapa tulisan kebeberbagai surat kabar terkemuka saat itu, bernama Bintang Betawi, Chabar Hindia Olanda, Pewarta Pringan, Bomartani, juga Pemberita Betawi.

Pada tanggal 7 Februari 1903, meluncurlah sebuah koran berjudul Soenda Berita yang menjadi awal mulai dari sejarah pers nasional. Dalam pengantar buku Karya-Karya Lengkap Tirto Adhi Soerjo: Pers Pergerakan dan Kebangsaan (2008) yang disusun Muhidin M. Dahlan & Iswara N. Raditya tercatat, Soenda Berita adalah koran pertama Indonesia yang dimodali dan diisi tenaga-tenaga bumiputra sendiri, tak lagi menjadi bawahan bangsa lain.

Surat kabar ini menjadi pertaruhan sekaligus petunjuk pertama kemana arah kecendekiawanan Tirto dalam menyuluh bangsa secara nasional. Bersama Soenda Berita, Tirto ingin mencapai cita-cita demi memajukan bangsa.

Kemudian tidak lama Tirto meluncurkan Medan Prijaji dan mendapatkan bantuan dari lokal dan beberapa saudagar, Medan Prijaji dan Soeloeh Keadilan menjadikan Tirto sebagai orang pertama yang menggunakan kuasa media. Dalam konteks ini, ia memperkenalkan apa yang sekarang disebut sebagai jurnalisme advokasi. Tak jarang, Tirto membela kaum tertindas lewat surat kabarnya.

Medan Prijaji dan Soeloeh Keadilan ibarat kendaraan tempur yang digunakan Tirto untuk bertempur dimedan jurnalistik, banyak pejabat negeri yang muntah darah karena membaca tulisan kejam yang dibuat oleh Tirto . Tirto membeberkan tentang kesewenang-wenangan para pejabat. Sepak terjang yang dialami Tirto membuat keadaan memburuk Tirta, Akhirnya ia pun ditangkap dan dibuang dari Pulau Jawa dan dibuang ke Pulau Bacan.


 

 



UAS JURNALISTIK (A_A310180049_AULIA TIKA YUSTITA_JURNALISTIK)

 Kali Jenes Pajang, Laweyan Meluap Mengakibatkan Kebanjiran dengan Tinggi 1 Meter Solo — Solo diguyur hujan deras dari pukul 15.00 WIB sampa...